KAJIAN JUM’AT: Asbaab sa’adatil ‘usrah #1

Alhamdulillaahilladzi bi ni’matihi tatimmush shalihaat. Hari ini, Jumat 4 Maret 2022, Tim Bilistiwa Pekanbaru mendapat kesempatan menimba ilmu dari Gurunda Ustadz Hidayatullah Ismail Lc. MA.

Kajian pagi ini membahas kitab “Asbaab sa’adatil ‘usrah” (Sebab-sebab Datangnya Kebahagiaan Dalam Rumah Tangga) yang ditulis oleh Syaikh Sulaiman bin Salimullaah.

Bahagia dalam rumah tangga, bukan berarti tidak ada masalah sama sekali. Justru, masalah menjadi penguat ikatan antar anggota keluarga, selama disikapi dengan baik sesuai tuntunan agama. Bahagia dalam rumah tangga sejatinya adalah kenyamanan dan ketenangan jiwa yang dirasakan oleh masing-masing anggota keluarga kepada anggota keluarga lainnya (istri kepada suami dan sebaliknya, anak kepada orangtua dan sebaliknya).

Pintu-pintu kebahagiaan dalam rumah tangga terbuka apabila memenuhi syarat yang sudah ditentukan langsung oleh Allah, Rabb Yang Maha memberi kebahagiaan, yaitu

  1. Mewujudkan iman dan amal shaleh di dalam rumah
  2. Qana’ah, yakni selalu merasa cukup, bersabar saat ada ujian, bersyukur saat dilimpahi rahmat.
  3. Menjaga akhlak dan ilmu agama
  4. Senantiasa berdzikir kepada Allah Subhanahu Wa Ta’ala.

Yang membuat kita bahagia adalah adanya Allah dalam kehidupan kita. Maka, selama kita kembali kepada Allah, insyaAllah kehidupan kita akan bahagia. Allah menjamin kebaikan dunia (hidup bahagia) dan kebaikan akhirat (rahmat dan syafaat) bagi hamba-Nya yang beriman dan beramal shaleh kepada-Nya.

Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman yang artinya;

“Barang siapa yang mengerjakan amal saleh, baik laki-laki maupun perempuan dalam keadaan beriman, maka sesungguhnya akan kami berikan kepadanya kehidupan yang baik dan sesungguhnya akan kami beri balasan kepada mereka dengan pahala yang lebih baik dari apa yang telah mereka kerjakan.”

(QS. An-Nahl: 97)

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa salam juga menegaskan bahwa kehidupan seorang mukmin pasti bahagia, sebab setiap sisi kehidupannya dipenuhi kebaikan. Beliau shallallahu ‘alaihi wa salam bersabda,

“Sungguh menakjubkan keadaan orang-orang yang beriman. Sesungguhnya seluruh keadaan orang yang beriman hanya akan mendatangkan kebaikan untuk dirinya. Demikian itu tidak pernah terjadi kecuali untuk orang-orang yang beriman. Jika dia mendapatkan kesenangan maka dia akan bersyukur dan hal tersebut merupakan kebaikan untuknya. Namun jika dia merasakan kesusahan maka dia akan bersabar dan hal tersebut merupakan kebaikan untuk dirinya.” (HR. Muslim dari Abu Hurairah)

Keluarga mukmin yang dekat dan selalu kembali kepada Rabb-nya pasti mendapatkan ketenangan jiwa dan kebahagiaan, sehingga akan mempengarui tatanan masyarakatnya. Untuk itu, penting bagi kita untuk memahami bahwa keluarga itu seperti sebuah pohon. Ilmu dan akhlak membuat akar menancap dalam ke tanah sehingga akan menumbuhkan pokok batang yang kokoh, serta cabang yang rimbun. Pokok batang merupakan analogi suami istri, sementara cabang adalah anak-anak laki-laki dan perempuan. Apabila pokok batangnya baik, maka cabangnya pun akan baik. Bila dianalogikan sebagai aliran sungai, maka suami istri adalah hulu, dan anak-anak adalah hilir. Bila hulunya jernih, maka jerni pulalah hilirnya.

Wallahu ta’ala a’lam bissawab.
Barakallaahu fiikum.

iMAAL Pekanbaru

Lembaga Filantropi Ishlahul Maal, atau yang lebih dikenal dengan iMAAL, merupakan sebuah lembaga yang bergerak di bidang sosial dalam bentuk penghimpunan dana wakaf, infak dan sedekah. Dana yang dihimpun melalui iMAAL disalurkan untuk kegiatan pendidikan, sosial, kesehatan dan pengembangan ekonomi umat.

Previous Post
Next Post

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *