DIALOG SANTRI: MEMBANGUN RUMAH DI SURGA ALLAH

Saat menyampaikan keutamaan bulan Ramadhan kepada para santri Kuttab, salah seorang guru mengajak para santri untuk berlomba mengumpulkan amal kebaikan di bulan yang penuh berkah ini. Sebuah dialog iman pun terjadi antara guru dan santri.

Abah: Teman-teman ada rumah nggak sekarang?
Santri: Ada, rumah Abi, Bah.
Abah: Iya, benar. Tapi antum semua belum punya rumah sendiri, kan?
Santri: Belum, Bah. Kami belum punya rumah sendiri.
Abah: Teman-teman mau nggak bangun rumah di surga-Nya Allah?
Santri: Memangnya bisa, Bah?
Abah: Bisa. Dalam sebuah hadits, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda bahwa barang siapa yang membangun rumah Allah di dunia, maka Allah akan bangunkan untuknya rumah di surga, walau hanya sebesar sarang burung.
Santri: Sarang burung? Sarang burung kan kecil, Bah.
Abah: Iya, memang kecil. Tapi apa yang antum miliki nggak harus banyak untuk membangun rumah besar di surga Allah. Apa yang antum punya, seribu atau dua ribu, sudah bisa antum wakafkan untuk membangun rumah di surga Allah dengan ikhlas karena Allah.
Santri: Gimana caranya, Bah?
Abah: Nah, sekarang kita sedang membangun Masjid di lahan wakaf. Nama Masjidnya Masjid Abu Thalhah Al-Anshori. Teman-teman bisa ikut berwakaf, nanti uangnya kita kumpulkan. Bisa diserahkan ke Abah wakafnya, atau ditransfer. Nanti bisa tanyakan nomor rekeningnya ke Ayah Bunda antum di rumah. Bagi yang mau cash, Abah catat, ya namanya.
Santri A: Ana mau, Bah! Sepuluh ribu, ya, Bah!
Santri B: Ana juga, Bah! Tapi, tiga ribu aja nggak apa kan, Bah?
Abah: Nggak apa. Yang penting ikhlas karena Allah.
Santri C: Ana empat ribu, Bah!

Dan seterusnya, hingga akhirnya terkumpul dana wakaf dari para santri yang berhati mulia sebesar Rp. 292.000.

MasyaAllah Tabarakallah. Para santri begitu antusias untuk ikut serta membangun rumahnya masing-masing di surga Allah. Semoga kita pun demikian, bersemangat berlomba-lomba dalam kebaikan, Fastabiqul Khairat.

Semoga Allah Azza wa Jalla selalu menjaga dan melindungi kita semua. Aaamin Allahumma Aamiin.***

Kisah disampaikan oleh guru KAF Pekanbaru kepada Tim Management Bilistiwa.

iMAAL Pekanbaru

Lembaga Filantropi Ishlahul Maal, atau yang lebih dikenal dengan iMAAL, merupakan sebuah lembaga yang bergerak di bidang sosial dalam bentuk penghimpunan dana wakaf, infak dan sedekah. Dana yang dihimpun melalui iMAAL disalurkan untuk kegiatan pendidikan, sosial, kesehatan dan pengembangan ekonomi umat.

Previous Post

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *