SEJARAH

Nama iMAAL diambil dari kitab karya Imam Ibnu Abid Dunya, Ishlahul Maal, yang memiliki arti “perbaikan harta”. Dengan nama ini, kehadiran iMAAL diharapkan dapat menjadi wadah umat untuk melakukan perbaikan harta melalui wakaf, infak dan sedekah.

Kehadiran Lembaga Filantropi iMAAL Pekanbaru berawal dari diskusi ringan mengenai amanah harta wakaf yang diembankan kepada Badan Maal Khatulistiwa (Bilistiwa) Pekanbaru selaku lembaga pendamping untuk Lembaga Pendidikan Kuttab Al-Fatih Pekanbaru (KAF PKU). Diskusi yang berlangsung di bulan Agustus 2019 itu melibatkan beberapa wali santri, pengurus Bilistiwa Pekanbaru dan pengelola KAF PKU. Di antaranya hadir Ustad Dr. Hidayatullah Ismail, Lc. MA, dan Ustad Irsyadul Fikri S.ud.
Dari diskusi tersebut, ditarik benang merah permasalahan, yakni kebutuhan dana operasional harta wakaf yang diamanahi kepada Bilistiwa Pekanbaru. Harta wakaf yang dititipkan tersebut beragam jenisnya, mulai dari wakaf uang, wakaf lahan perkebunan, wakaf depot air, wakaf mobil dan lain sebagainya. Dalam memproduktifkan harta wakaf tersebut agar menjadi sesuatu yang bermanfaat untuk umat, tentu membutuhkan dana operasional. Sebagaimana yang kita ketahui, wakaf uang tidak bisa dipergunakan di luar akad wakaf. Maka, dibuatlah kesepakatan untuk membentuk suatu lembaga filantropi, yang sekiranya dapat membantu Bilistiwa Pekanbaru dalam memenuhi kebutuhan operasional harta wakaf tersebut.
Dalam kitabnya yang berjudul Ishlahul Maal, Imam Ibnu Abid Dunya rahimahullah menjelaskan hakikat harta dalam kehidupan seorang mukmin. Dalam hadits-hadits yang beliau cantumkan dalam kitab tersebut, diterangkan bahwa harta yang baik adalah harta yang diberkahi oleh Allah Azza wa Jalla. Harta yang baik dan berkah itu akan tampak dari cara kita mendapatkan dan menyalurkannya. Mereka yang mengambil harta dengan cara yang Allah Ta’ala ridhai, serta menyalurkannya ke jalan yang Allah Ta’ala ridhai pula, bisa dipastikan dia mendapat keberkahan dalam hartanya. Sebaliknya, orang yang mendapatkan harta sesuai kehendak nafsunya sendiri dan melanggar aturan Allah Azza wa Jalla, kemudian menyalurkannya kepada hal-hal yang dimurkai Allah Subhanahu wa Ta’ala, maka ia tidak akan mendapat keberkahan dalam hidupnya.
Konsep inilah yang kemudian menginspirasi para asatidz pendiri Lembaga Filantropi iMAAL Pekanbaru untuk membentuk sebuah lembaga filantropi yang tidak hanya menjadi mitra dalam hal pendanaan operasional, tetapi juga menjadi sarana syiar dan pembelajaran tentang hakikat harta. Kata iMAAL, yang merupakan singkatan dari Ishlahul Maal, dipilih menjadi nama lembaga, sebab makna dari kata Ishlahul Maal sendiri sudah mencakup tujuan berdirinya iMAAL.
Kata Ishlahul Maal terdiri dari kata ishlah yang berarti “baik, tidak rusak, memperbaiki” dan al-maal yang berarti harta. Secara etimologi, Ishlahul Maal dapat diartikan sebagai harta yang baik. Namun, secara definisi, Ishlahul Maal dimaknai sebagai upaya perbaikan harta dari yang rusak menjadi baik, berkah, layak, tepat guna dan bermanfaat untuk kehidupan di dunia dan akhirat. Dengan makna dan konsep Ishlahul Maal yang mendalam ini, maka diharapkan iMAAL mampu menjadi sarana syiar pemahaman kita tentang hakikat harta sekaligus wadah untuk memperbaiki harta melalui infak dan sedekah.
Lembaga Filantropi iMAAL Pekanbaru pun resmi didirikan pada tanggal 23 Agustus 2019 SK Pengangkatan koordinator iMAAL saudara Heri Suryadi.J.SH. dan Pada Tanggal 27 Agustus 2019 SK Penunjukan Personalia Kepengurusan iMAAL: koordinator iMAAL: Heri suryadi.J.SH. Bendahara: Rahmadani Zuherdi, Admin : Edi Saputra, Fundraishing : Zulfan Irhamni di tanda Tangani oleh Ustadz Irsyadul Fikri, S.ud selaku Pimpinan TAWAF saat berubah menjadi Bilistiwa Pekanbaru. iMAAL resmi mengantongi dukungan MUI Provinsi Riau, berupa rekomendasi MUI Provinsi Riau No. Rek-173/DP.P IV/IX/2019 tertanggal 12 September 2019 yang ditandatangani langsung oleh Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia Provinsi Riau, Prof. Dr. H. M. Nazir Karim, MA.
Kepengurusan Lembaga Filantropi iMAAL Pekanbaru sudah beberapa kali mengalami perubahan formasi tim, sesuai dengan kebutuhan lembaga. Pada bulan November 2022, formasi disusun ulang mengingat semakin banyaknya amanah wakaf produktif yang harus dikelola iMAAL di bawah pengawasan Bilistiwa Pekanbaru. Formasi November 2022 menjadi formasi tim terbaru dari Lembaga Filantropi iMAAL Pekanbaru (lihat “Tim Kami”).